Cuplikan: Sasuke berjalan mendekati sebuah kamar dengan langkah pelan. Matanya sedikit redup akibat berlama-lama menatap layar laptop di atas meja kantornya. Tangannya membawa sebungkus cokelat dan juga mawar yang telah diselipkan kartu ucapan di dalamnya. Kakinya terhenti saat dirinya telah berada tepat di depan pintu kamar bertuliskan Sarada’s Room. Ia meraih kenop pintu dan mendorong pintu dengan sangat pelan.
Manik kelamnya mengintip ke dalam melalui celah pintu, secara samar ia mendapati putrinya telah tertidur. Senyum kecil kembali bangkit saat melihat wajah tenang putrinya ketika memasuki alam mimpi. Tanpa menghidupkan lampu kamar, Sasuke berjalan mendekati ranjang besar yang ditempati oleh putrinya. Pria itu duduk di pinggir ranjang, sambil mengelus surai hitam milik anaknya yang menjadi ciri khas klan mereka.